Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal
Perbedaan Pasar Uang dan Pasar Modal
Pasar uang adalah tempat pertemuan antara
pemberi dana atau lender dengan calon konsumen. Pertemuan ini bisa dilakukan
secara langsung atau melalui perantara atau broker. Pasar uang muncul
karena ada transaksi permintaan atau penawaran terhadap sejumlah dana atau
surat-surat berharga jangka pendek umumnya di bawah 270 hari.
Pasar uang memiliki beberapa instrumen di
dalamnya. Instrumen ini umumnya diperdagangkan dalam bentuk surat berharga.
Berikut daftar instrumen surat berharga dalam pasar uang.
·
Surat Berharga Pasar
Uang (SBPU).
·
Sertifikat Bank
Indonesia (SBI).
·
Deposito.
·
Promissory Notes.
·
Treasury Bills.
·
Banker’s Acceptance.
·
Commercial Paper.
·
Call Money.
Sedangkan
pasar modal adalah pasar modal
adalah dua hal yang sama. Padahal dua hal ini berbeda meski mungkin ada
kemiripan. Berikut perbedaan pasar uang dan pasar modal :
1. Produk yang
Diperjualbelikan
Produk yang diperjualbelikan berbeda antara
dua pasar ini. Kalau pasar modal umumnya memperjualbelikan saham, obligasi,
hingga reksadana. Sementara itu untuk pasar uang memperjualbelikan Surat
Berharga Pasar Uang (SBPU), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), deposito,
Promissory Notes, hingga Treasury Bills.
2. Jangka Waktu
Jangka waktu pasar uang biasanya pendek dan
kurang dari setahun. Beberapa ada yang beberapa bulan saja. Karena pasar ini
banyak digunakan untuk pemberian dana untuk usaha, pengembalian juga berjalan
cepat sesuai kesepakatan. Pasar modal memiliki jangka panjang meski pada
periode tertentu banyak pelakunya yang harus memutar dana untuk menjual atau
membeli saham. Hal ini dilakukan untuk terus mendapatkan untung.
3. Otoritas
Otoritas tertinggi dari pasar uang adalah Bank
Indonesia. Sementara itu untuk pasar modal kalau di Indonesia ada Bursa Efek
Indonesia. Pelaku perdagangan harus mematuhi regulasi yang ditetapkan.
4. Risiko
Secara umum risiko untuk dua pasar ini
sama-sama besar. Hanya saja untuk pasar uang lebih baik karena bisa berjalan
dengan modal yang kecil. Sementara itu untuk pasar saham, harganya bisa naik
turun setiap hari sehingga risiko yang didapatkan bisa besar.